Akan tetapi, saat mendengar ceritamu...
Entah mengapa, aku menganggap dia masih terlalu kekanak-kanakan. Mungkin di awal, aku masih bisa mengerti kenapa dia harus seperti itu. Tetapi, kalau mendengar tentang dia yang seperti ini, aku sedikit ragu tentang kalian.
Wajar saja kalau dia ingin cerita sama mamanya. Tetapi, yang menjalani hubungan itu kan kalian. Aku rada risih saat kamu menangis hanya karena masalah ini. Tetapi, semua aku serahkan kembali pada kalian. Kalian yang mengetahui perasaan kalian masing-masing. Aku hanya bisa membantumu memberikan semangat dalam menghadapi semua. :)
***
Beberapa waktu kemudian, kamu bercerita kalau semua masalah kalian sudah teratasi. Aku harap, masalah seperti kemarin tidak akan terulang kembali. Karena menurutku, apa yang terjadi kemarin sangat berlebihan. Boleh saja seorang ibu ikut campur masalah anaknya. Tetapi, selagi si anak masih bisa mengatasinya sendiri, si ibu tidak harus ikut campur dalam masalah tersebut. :))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar