Kamis, 19 Maret 2015

Sosok yang Aku Rindukan

Sore itu, ketika aku hendak menuruni anak tangga terakhir di kampusku. Tiba-tiba sekujur tubuhku membeku saat melihat sosok di seberang sana yang dulu pernah ku kenal. Sosok seseorang yang sempat hadir menghiasi hari-hariku. Seseorang yang sempat berbagi kisahnya denganku. Hati ini pun begitu takut ketika aku akan beranjak menuju tempat dimana dia berada. Karena ini adalah kali pertama lagi aku bertatapan muka dengannya. Dari kejauhan akupun melihat desas-desus dari orang-orang disekelilingnya. Tidak salah lagi, mereka pasti bisa membaca apa yang aku rasakan sekarang. Dan aku yakin sekali, jika aku menghampiri orang itu, maka sekelilingpun akan menjadi kisruh. Hati ini semakin takut saat teman-temanku mengajakku untuk tetap berjalan ke arah dia. Alhasil aku dan yang lain sekarang sudah berada tepat dihadapannya. Benar-benar diluar dugaanku. Sebelumnya aku tidak pernah menduga hal ini akan terjadi. Aku dan dia bisa bertemu kembali. Mata kami pun akhirnya saling bertemu setelah sekian lama tidak berjumpa. Sudah ku duga, rasa rindu yang sempat memudar pun akhirnya menghampiriku kembali. Lagi dan lagi. Akan tetapi, aku senang karena hari ini bisa melihat sosok dia yang aku rindu. Mungkin apa yang aku rasakan ini hanya sebatas aku saja yang tahu. Aku bahkan tidak mempedulikan apa tanggapan orang lain jika mengetahui apa yang aku rasakan saat ini. Karena yang aku tahu, aku begitu senang dengan adanya pertemuan singkat ini. Dengan itu, aku bisa membalas rasa rinduku dengan melihatnya lagi.

1 komentar: